Kotak 7. Keterkaitan Antara Kehilangan Hutan dengan Indeks Tata Kelola Hutan

Tata kelola hutan yang baik (good forest governance) menjadi faktor penentu pengelolaan hutan yang berkelanjutan, terbuka (inklusif) dan transparan, serta ikut menentukan berhasil atau tidaknya upaya pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor hutan. Sehingga, upaya perbaikan tata kelola hutan untuk menurunkan tingkat deforestasi menjadi kebutuhan yang mendesak dan serius harus dilakukan.

Analisis FWI (Forest Watch Indonesia) dengan hasil penelitian ICEL-FITRA memperlihatkan kemungkinan adanya keterkaitan antara kehilangan tutupan hutan dengan indeks tata kelola suatu daerah. Kecenderungan yang tampak adalah bila indeks tata kelola semakin rendah maka tingkat deforestasi di sebuah kabupaten semakin tinggi.

bila indeks tata kelola semakin rendah maka tingkat deforestasi di sebuah kabupaten semakin tinggi

Berdasarkan Gambar 15, Kabupaten Berau merupakan daerah yang memiliki indeks tata kelola terendah dibandingkan dengan keempat daerah lainnya, dengan nilai 7,6. Berau juga menunjukkan tingkat deforestasi tertinggi. Selama tiga tahun terakhir Kabupaten Berau kehilangan hutan sebesar 111 ribu hektare, lebih dari dua kali lipat Kabupaten Bulungan. Berbeda dengan Kabupaten Paser dan Sintang yang memiliki indeks tata kelola lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya, dan tingkat deforestasi yang relatif rendah.

Gambar 15
.Relasi antara Indeks Tata Kelola Hutan dan Deforestasi di Lima Kabupaten

Linkages

Sumber: ICEL-FITRA 2013 ; FWI 2014

 

Add Comment

Dapatkan berita terbaru melalui email

Good Forest Governance Needs Good Forest Information.
Using and sharing site content | RSS / Web Feeds

Photos and graphics © FWI or used with permission. Text available under a Creative Commons licence.

© Copyright 2020 FWI. All Rights Reserved.

to top